Artikel ini mengulas bagaimana seorang ahli linguistik (Effendi Kadarisman) berupaya menerjemahkan puisi yang sebenarnya tanpa makna jika ditelisik melalui teropong semantik yang seperti biasanya. Seperti biasanya, tulisan Wawan yang sekarang sedang studi di AS ini sangat renyah dibaca. Silakan masuk lewat sini.
Advertisement
Filed under: Uncategorized Tagged: | budaya, culture, indonesia, puisi, terjemahan, terjemahan puisi, translation, translation training